Pandangan jujur tentang sebuah konsep yang sudah lama dinanti—dan upaya awal satu tim untuk mewujudkannya
Mari kita mulai dengan kebenaran yang membuat kita merasa tidak nyaman.
Tahun lalu, kamu mungkin menghabiskan ratusan jam di media sosial. Kamu posting foto. Kamu menulis komentar. Kamu like, share, dan scroll. Kamu membuat konten. Kamu berinteraksi dengan konten orang lain. Kamu aktif.
Dan apa yang kamu dapat sebagai imbalannya?
Mungkin beberapa like. Mungkin beberapa followers. Mungkin sedikit rasa senang ketika seseorang membalas postinganmu.
Sementara itu, platform yang kamu gunakan? Mereka menghasilkan miliaran. Dari perhatianmu. Dari datamu. Dari konten yang kamu buat secara gratis, tanpa imbalan sepeser pun.
Apakah hal itu terasa adil bagimu?
Itung-itungan yang Seharusnya Membuatmu Tidak Nyaman
Ini sesuatu untuk dipikirkan:
Rata-rata orang menghabiskan lebih dari 2 jam setiap hari di media sosial. Itu sekitar 730 jam per tahun—setara dengan 18 minggu kerja penuh.
Pasar iklan media sosial global bernilai lebih dari $200 miliar per tahun. Uang berlimpah itu ada karena kamu ada di sana. Karena kamu membuat konten yang membuat orang lain terus scrolling. Karena kamu adalah produk yang dijual kepada pengiklan.
Namun model pembagian keuntungannya terlihat seperti ini:
- Perusahaan media sosial: 99%+
- Segelintir kecil influencer dan selebriti: Kurang dari 1%
- Semua yang lain (itu artinya kamu dan saya): 0%
Nol.
Tidak sepeser pun. Tidak satu token pun. Tidak dapat apa-apa.
Kamu yang bekerja. Mereka yang dapat uangnya.
Bagaimana Kalau Keadaannya Berbeda?
Inilah pertanyaan yang memicu lahirnya Profitina—sebuah konsep yang masih dalam tahap sangat awal, masih dalam pengembangan dan diuji, masih jauh dari sesuatu yang nyata.
Tapi ide intinya sederhana:
Bagaimana kalau pengguna umum mendapat bagian yang adil dari nilai yang mereka ciptakan?
Bukan janji untuk menjadi kaya raya. Bukan mimpi untuk berhenti saja dari pekerjaan. Hanya… keadilan. Pembagian kue yang lebih jujur—kue yang kamu bantu buat.
Pemikirannya begini: jika aktivitas sosialmu punya nilai (dan jelas memang punya—kalau tidak, perusahaan tidak akan membayar miliaran untuk mengaksesnya), maka bukankah seharusnya sebagian dari nilai itu mengalir kembali kepadamu?
Konsep Profitina: Pengguna Dulu, Platform Kemudian
Pada intinya, Profitina dibangun di atas prinsip yang terdengar jelas tapi sebenarnya cukup radikal di dunia teknologi:
Pengguna mendapat potongan kue mereka duluan. Platform mengambil sisanya.
Bukan sebaliknya.
Ini bukan tentang menciptakan jutawan dalam semalam. Ini tentang sesuatu yang jauh lebih sederhana: mengakui bahwa ketika kamu posting, komentar, like, dan berinteraksi, kamu melakukan sesuatu yang berharga, bernilai. Dan pekerjaan yang berharga, bernilai pantas mendapat kompensasi yang adil.
Konsep ini mengeksplorasi ide-ide seperti:
- Mendapatkan hadiah kecil untuk engagement yang tulus—bukan spam, bukan bot, tapi interaksi manusia yang nyata
- Membangun nilai dari waktu ke waktu melalui konsistensi—hadir secara rutin itu penting
- Berbagi manfaat dengan komunitas yang kamu bantu kembangkan—ketika kamu mengajak teman yang menjadi aktif, semua orang akan mendapat sedikit keuntungan
- Menciptakan ekonomi yang berkelanjutan—bukan skema piramida, bukan janji yang tidak realistis, hanya distribusi yang adil
Mari Bicara Jujur Sepenuhnya
Inilah yang TIDAK diklaim oleh Profitina:
❌ TIDAK akan membuatmu kaya
❌ TIDAK akan menggantikan penghasilanmu
❌ TIDAK dijamin menjadi “sesuatu yang luar biasa selanjutnya “
❌ BUKAN produk jadi—ini konsep yang sedang diuji
❌ TIDAK bebas risiko—tidak ada yang bebas risiko dalam hidup
Whitepaper-nya ambisius. Ide-ide yang dieksplorasi menjanjikan. Tapi sekarang? Ini adalah sebuah ide. Sebuah prototipe yang sangat awal. Sebuah eksperimen apakah media sosial bisa menjadi lebih adil.
Banyak proyek dengan niat baik yang gagal sebelumnya. Banyak yang akan gagal lagi. Profitina mungkin salah satunya. Atau mungkin perlahan tumbuh menjadi sesuatu yang bermakna, berguna. Belum ada yang tahu.
Kalau sesuatu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar memang begitu. Itu aturan yang patut diingat—selalu.
Mengapa Ide Ini Penting (Bahkan Jika Profitina Tidak Pernah Berhasil)
Inilah masalahnya: bahkan jika Profitina tetap hanya sebuah konsep, pertanyaan yang diajukannya layak untuk ditanyakan.
Selama dua dekade, kita menerima kontrak sosial yang kurang lebih seperti ini:
“Gunakan platform kami secara gratis. Buat konten secara gratis. Berikan data kalian dengan gratis. Dan kami akan menghasilkan miliaran sementara kalian mendapat… hak istimewa untuk menggunakan platform kami.”
Kita menerimanya karena tidak ada alternatif. Karena memang begitulah cara kerjanya. Karena kita tidak berpikir untuk bertanya: “Mengapa?”
Tapi teknologi blockchain—dengan segala hype, kegagalan, dan segala penipuannya—telah memperkenalkan satu ide yang benar-benar berguna: nilai itu dapat dilacak dan didistribusikan secara transparan.
Jika setiap like punya nilai, nilai itu bisa diukur.
Jika setiap postingan berkontribusi pada engagement, keterlibatan, kontribusi itu bisa diakui.
Jika sebuah komunitas tumbuh karena anggota yang aktif, anggota-anggota itu bisa berbagi manfaatnya.
Ini bukan sihir. Ini hanya… akuntansi. Akuntansi yang adil.
Jalan ke Depan (Panjang dan Tidak Pasti)
Tim Profitina jujur tentang posisi mereka saat ini:
- Konsepnya masih dikembangkan
- Prototipenya mentah—sangat mentah
- Jalan menuju produk yang bisa berfungsi nyata masih panjang
- Keberhasilannya tidak dijamin—bahkan jauh dari itu
Yang mereka lakukan sekarang adalah menguji ide-ide. Membangun fondasi. Melihat apakah ekonominya benar-benar bisa bekerja dengan cara yang berkelanjutan.
Mereka mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan seperti:
- Bagaimana cara memberikan hadiah untuk engagement/keterlibatan yang tulus tanpa mendorong spam?
- Bagaimana cara menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan tidak kolaps/jatuh merugi?
- Bagaimana cara membuat sesuatu yang kompleks (blockchain) terasa sederhana untuk pengguna umum?
- Bagaimana cara membangun kepercayaan di ruang yang telah penuh dengan janji-janji kosong?
Ini adalah masalah-masalah yang sulit. Sangat sulit.
Apa yang Bisa Kamu Ambil dari Ini
Entah Profitina nantinya menjadi platform yang kamu gunakan atau tidak, berikut beberapa pemikiran yang layak dicatat:
1. Perhatianmu punya nilai. Jangan pernah lupa itu. Ketika seseorang mendapatkannya secara gratis, mereka mendapat sesuatu yang berharga.
2. Model saat ini bukan sesuatu yang tak terhindarkan. Hanya karena sesuatu selalu bekerja dengan satu cara bukan berarti harus terus begitu.
3. Skeptisisme/sikap kritis itu sehat. Proyek apa pun yang menjanjikan uang mudah atau keuntungan pasti sedang berbohong kepadamu. Larilah menjauh.
4. Keadilan layak diperjuangkan. Bahkan langkah-langkah kecil menuju sistem yang lebih adil itu adalah hal penting.
5. Ide-ide terbaik dimulai dari pertanyaan. “Mengapa pengguna tidak dibayar?” adalah pertanyaan yang bagus, terlepas dari siapa yang akhirnya menjawabnya.
Pemikiran Akhir
Media sosial telah menghubungkan miliaran orang. Media sosial telah membantu kita berbagi momen, membangun komunitas, dan tetap dekat dengan orang-orang tercinta di seberang lautan. Itu terus terang adalah benar-benar hal yang luar biasa.
Tapi media sosial juga telah membuat sejumlah kecil perusahaan menjadi sangat kaya, sementara orang-orang yang membuat platform tersebut berharga—pengguna biasa seperti kamu dan saya—tidak menerima apa-apa.
Profitina adalah upaya awal dan sederhana dari satu tim untuk membayangkan sesuatu yang berbeda. Mungkin berhasil. Mungkin tidak. Tapi diskusi yang dimulainyalah yang penting:
Di dunia di mana engagement-mu bernilai miliaran, bukankah sudah waktunya kamu mendapat bagian yang adil?
Itu bukan janji. Itu hanya pertanyaan.
Dan kadang-kadang, mengajukan pertanyaan yang tepat adalah tempat di mana perubahan dimulai.
Profitina saat ini dalam tahap pengembangan konseptual awal. Untuk informasi lebih lanjut tentang visi proyek, kunjungi profitina.com
Disclaimer: Artikel ini membahas konsep dalam pengembangan awal. Tidak ada jaminan keberhasilan, pengembalian, atau bahkan bahwa produk akhir akan jadi diluncurkan. Proyek cryptocurrency dan blockchain membawa risiko signifikan. Jangan pernah menginvestasikan uang yang tidak mampu kamu terima kalau uang itu hilang. Selalu lakukan risetmu sendiri.
Bagaimana menurutmu?
Haruskah pengguna media sosial menerima bagian dari nilai yang mereka ciptakan? Bagikan pendapatmu di kolom komentar di bawah.
